Rabu, 19 Oktober 2016

Ilmu kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, dan efisiensi melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk meningkatkan sanitasi lingkungan, kontrol infeksi di masyarakat, pendidikan individu tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan, untuk diagnosa dini, pencegahan penyakit dan pengembangan aspek sosial, yang akan mendukung agar setiap orang di masyarakat mempunyai standar kehidupan yang adekuat untuk menjaga kesehatannya.
Bidang Peminatan
1.    Manajemen Rumah Sakit
2.    Kesehatan dan Keselamatan Kerja Industri  
Kompetensi Lulusan
Lulusan Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Esa Unggul dibekali dengan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan untuk merencanakan,mengorganisasikan, dan mengimplementasikan program kesehatan di masyarakat dalam ruang lingkup sebagai berikut: pemberantasan penyakit, baik menular maupun tidak menular;  memperbaiki sanitasi lingkungan;  memperbaiki lingkungan pemukiman;  memberantas vektor;  mendidik (melakukan penyuluhan) kesehatan masyarakat;  melayani kesehatan ibu dan anak;  membina gizi masyarakat;  mengawasi sanitasi fasiltas umum;  mengawasi obat dan minuman;  membina peran serta masyarakat.
Di samping itu, juga dibekali dengan kemampuan untuk mengidentifikasi masalah dan bahaya potensial kesehatan dan keselamatan pekerja di tempat kerja;  merencanakan, mengorganisasikan, dan mengimplementasikan program kesehatan di tempat kerja; melakukan monitoring dan evaluasi program pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan di tempat kerja;  mengatur lingkungan kerja yang sehat dan aman bagi pekerja;  dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang kesehatan.



Rabu, 17 Agustus 2016

Rakornas Bidang Kesehatan PMI 2016 Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan PMI bagi Masyarakat 

 Plh Ketua Umum, Ginandjar Kartasasmita membuka rakornas kesehatan di Hotel Millenium, Jakarta(9/6)
Untuk meningkatkan kualitas operasi penanganan bencana dan krisis kesehatan serta untuk meningkatkan ketahanan masyarakat di bidang kesehatan di seluruh Indonesia, Palang Merah Indonesia (PMI) mengadakan Rapat Kerja Nasional Bidang Kesehatan pada Selasa (9/6) di Jakarta. Pelaksana Ketua Harian PMI, Ginandjar Kartasasmita membuka acara yang dihadiri oleh 94 peserta perwakilan dari PMI Provinsi di seluruh Indonesia.
Masalah penanganan bencana dan kesiapsiagaan masyarakat di bidang kesehatan sosial menjadi prioritas dari rencana strategis PMI. Dalam sambutannya, Ginandjar Kartasasmita menekankan pentingnya kecepatan dan cakupan jangkauan operasi tanggap darurat bencana di bidang kesehatan bagi masyarakat.
“Dalam situasi bencana, tentu banyak korban berjatuhan, baik meninggal maupun terluka, saat awal kejadian. Kondisi ini tentunya membutuhkan pelayanan medis segera. Peran personil di bidang kesehatan sangatlah dibutuhkan di lapangan,” kata Ginandjar.
Ginandjar menambahkan, “Di samping penanganan awal bencana, penanganan pengungsi yang terjadi akibat dampak bencana juga menjadi prioritas. Pengungsi membutuhkan pasokan air bersih dan sanitasi yang layak. Untuk itu, dalam rakor ini kami akan berkoordinasi untuk memberikan respon PMI di bidang pelayanan kesehatan dan sosial yang lebih baik bagi masyarakat.”
Raker Bidang Kesehatan kali ini juga membicarakan kerjasama dan jejaring yang lebih baik dengan para stakeholder, baik dengan pihak pemerintah maupun swasta, dalam pelayanan bencana maupun dalam situasi normal.

PMI INDONESIA